PERCOBAAN 2
1. Tujuan
Agar Bamasis Mampu Membuat Robot Humanoid
2. Alat dan Bahan :
a. Laptop
b. 3D smax
c. Motor Servo
d. Motor DC
e. Transmitter
f. Receiver
g. Kamera
h. Video Sender
i. Video Receiver
j. DTMF
k. Arduino
3. Landasan Teori
a. Penjelasan
Kelebihan dan Kekurangan
Sistem
robot humanoid memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan terkait dengan
kemampuannya dalam berbagai aplikasi. Berikut adalah penjelasan tentang
kelebihan dan kekurangan sistem robot humanoid:
1. Kelebihan
a. Kemampuan
Meniru Gerakan Manusia
Robot humanoid dirancang untuk meniru gerakan
manusia seperti berjalan, berlari, dan menggerakkan tangan. Ini memungkinkan
mereka untuk melakukan tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia,
seperti mengangkat objek atau berinteraksi dengan alat yang dirancang untuk
manusia.
b. Interaksi
yang Lebih Alami dengan Manusia
Karena bentuknya menyerupai
manusia, humanoid robot lebih mudah diterima oleh manusia dalam interaksi
sehari-hari. Dalam konteks sosial, seperti layanan pelanggan atau perawatan,
humanoid robot cenderung menghasilkan respons yang lebih positif dibandingkan
robot dengan bentuk lain.
c. Fleksibilitas dan Adaptasi Lingkungan
Robot
humanoid dapat beroperasi di lingkungan yang dirancang untuk manusia, seperti
rumah, kantor, atau pabrik, tanpa perlu melakukan modifikasi besar terhadap
lingkungan tersebut. Mereka bisa menggunakan alat dan teknologi yang sudah ada
untuk manusia.
d. Penggunaan
dalam Lingkungan Berbahaya
Humanoid
robot dapat digunakan dalam situasi berbahaya yang tidak aman bagi manusia,
seperti dalam operasi penyelamatan di area bencana, bekerja di pabrik kimia
berbahaya, atau dalam kondisi radiasi.
e. Kemampuan
untuk Mengambil Alih Pekerjaan Berulang
Humanoid
robot dapat diprogram untuk melakukan pekerjaan berulang yang membosankan atau
berat secara fisik. Ini dapat meningkatkan efisiensi di industri dan mengurangi
risiko cedera pada manusia.
2. Kekurangan
a. Biaya
Produksi yang Tinggi
Pembuatan
robot humanoid memerlukan teknologi canggih seperti aktuator, sensor, dan
sistem kontrol yang kompleks, sehingga biaya produksi sangat tinggi. Selain
itu, pemeliharaan dan perbaikan robot humanoid juga memerlukan biaya besar,
yang menjadikannya kurang terjangkau untuk banyak aplikasi.
b. Kompleksitas
Desain dan Pemrograman
Desain
dan pengoperasian robot humanoid sangat kompleks. Pemrograman untuk
menghasilkan gerakan yang halus dan stabil memerlukan algoritma yang canggih.
Selain itu, menjaga keseimbangan saat berjalan di permukaan yang tidak rata
juga merupakan tantangan besar.
c. Keterbatasan
dalam Lingkungan Tertentu
Meskipun
robot humanoid dirancang untuk meniru gerakan manusia, mereka masih memiliki
keterbatasan dalam hal fleksibilitas dan adaptasi terhadap lingkungan tertentu.
Sebagai contoh, mereka mungkin kesulitan bergerak di medan kasar atau tidak
rata, atau melakukan tugas yang memerlukan ketangkasan tangan yang sangat
tinggi.
b. Penjelasan
Tentang Robot Humanoid Dan Manfaatnya
Robot humanoid adalah jenis robot yang dirancang untuk menyerupai bentuk
dan gerakan manusia. Mereka biasanya memiliki kepala, torso, lengan, dan kaki,
serta kemampuan untuk bergerak seperti manusia. Robot humanoid juga sering
dilengkapi dengan sensor dan kamera untuk mendeteksi lingkungan sekitarnya,
serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI) untuk memungkinkan
interaksi dengan manusia dan lingkungan.
Beberapa robot humanoid bahkan dilengkapi dengan kemampuan untuk
mengekspresikan emosi melalui gerakan wajah atau respons suara, membuat
interaksi dengan manusia lebih alami. Mereka dapat melakukan tugas-tugas
seperti berjalan, berlari, berinteraksi secara sosial, dan bahkan membantu
dalam tugas sehari-hari seperti merapikan rumah atau merawat orang tua.
1. Mamfaat Robot Humanoid
a. Asisten
di Rumah dan Layanan Sosial
Robot humanoid dapat digunakan sebagai
asisten rumah tangga untuk membantu tugas-tugas seperti membersihkan, memasak,
atau merawat orang tua dan penyandang disabilitas. Mereka bisa memberikan
bantuan fisik, seperti membantu orang tua bangun dari tempat tidur, atau bahkan
mengingatkan mereka untuk mengambil obat.
b. Penelitian dan Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, robot humanoid
dapat membantu mengajarkan keterampilan baru kepada siswa. Mereka bisa
digunakan dalam riset teknologi, pengembangan kecerdasan buatan, dan
pembelajaran mesin. Selain itu, humanoid juga digunakan dalam penelitian ilmiah
untuk mempelajari dinamika tubuh manusia dan interaksi sosial.
c. Penggunaan di Industri
Robot humanoid mampu bekerja di pabrik
atau lingkungan industri di mana tenaga kerja manusia mungkin terbatas atau
berbahaya. Mereka dapat menggantikan manusia dalam pekerjaan yang memerlukan
kekuatan fisik tinggi atau dalam lingkungan yang penuh risiko, seperti pabrik
bahan kimia, tambang, atau area radiasi.
d. Operasi Penyelamatan dan Pekerjaan
Berbahaya
Dalam situasi berbahaya seperti
bencana alam, ledakan, atau kondisi radiasi, robot humanoid dapat menggantikan
manusia dalam misi penyelamatan. Mereka mampu menjangkau area yang sulit dan
berbahaya untuk manusia, membantu menyelamatkan korban atau memperbaiki
infrastruktur penting.
c. Jelaskan
Fungsi Motor Servo Untuk Robot Humanoid!
Motor servo memainkan peran yang sangat penting dalam robot humanoid,
karena mereka bertanggung jawab atas gerakan presisi pada berbagai bagian tubuh
robot. Fungsi utama motor servo dalam robot humanoid adalah mengontrol dan
menggerakkan sendi-sendi robot dengan akurasi tinggi, memungkinkan robot untuk
meniru gerakan manusia secara lebih alami.
1. Fungsi Robot Humanoid
a. Penggerak Sendi dan
Anggota Tubuh
Motor servo
digunakan untuk menggerakkan sendi-sendi pada bagian tubuh robot seperti
lengan, kaki, leher, dan jari. Ini memungkinkan humanoid robot untuk melakukan
gerakan yang sangat presisi seperti membungkuk, mengangkat benda, berjalan,
atau melakukan gerakan tangan yang kompleks.
b. Pengendalian Gerakan yang Tepat
Motor servo memiliki kontrol umpan
balik posisi, yang berarti mereka dapat memutar atau menggerakkan bagian tubuh
robot hingga mencapai posisi atau sudut yang diinginkan dengan sangat presisi.
Ini sangat penting untuk humanoid robot, di mana gerakan harus halus dan sesuai
dengan perintah yang diberikan oleh sistem kontrol.
d. Jelaskan
Fungsi Motor Dc Untuk Robot Humanoid!
Motor servo memainkan peran
yang sangat penting dalam robot humanoid, karena mereka bertanggung jawab atas
gerakan presisi pada berbagai bagian tubuh robot. Fungsi utama motor servo
dalam robot humanoid adalah mengontrol dan menggerakkan sendi-sendi robot
dengan akurasi tinggi, memungkinkan robot untuk meniru gerakan manusia secara
lebih alami.
1. Fungsi Motor Servo pada Robot
Humanoid
a. Penggerak Sendi dan Anggota Tubuh
Motor servo digunakan untuk menggerakkan
sendi-sendi pada bagian tubuh robot seperti lengan, kaki, leher, dan jari. Ini
memungkinkan humanoid robot untuk melakukan gerakan yang sangat presisi seperti
membungkuk, mengangkat benda, berjalan, atau melakukan gerakan tangan yang
kompleks.
b. Pengendalian Gerakan yang Tepat
Motor servo memiliki kontrol umpan balik posisi,
yang berarti mereka dapat memutar atau menggerakkan bagian tubuh robot hingga
mencapai posisi atau sudut yang diinginkan dengan sangat presisi. Ini sangat
penting untuk humanoid robot, di mana gerakan harus halus dan sesuai dengan
perintah yang diberikan oleh sistem kontrol.
c. Menjaga Keseimbangan Tubuh
Motor servo sangat penting dalam menjaga
keseimbangan robot humanoid. Dengan mengatur posisi dan torsi pada berbagai
sendi seperti lutut, pergelangan kaki, dan pinggul, robot dapat menyesuaikan
pusat gravitasi tubuhnya untuk tetap seimbang, terutama saat bergerak di medan
yang tidak rata atau saat melakukan gerakan yang rumit.
d. Responsif Terhadap Sensor dan Sistem Kontrol
Motor servo menerima sinyal dari sistem kontrol
dan sensor robot, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan gerakan berdasarkan
kondisi lingkungan atau input dari manusia. Sistem ini sering digunakan bersama
dengan sensor giroskop dan accelerometer untuk mengatur keseimbangan dan posisi
tubuh robot humanoid.
e. Penggerak Ekspresi Wajah (untuk Robot dengan Ekspresi
Emosional)
Pada beberapa robot humanoid yang dilengkapi
dengan ekspresi wajah, motor servo juga digunakan untuk menggerakkan bagian
wajah seperti mulut, mata, atau alis, memungkinkan robot untuk mengekspresikan
emosi atau berinteraksi dengan manusia secara lebih alami.
e. Penjelasan Tentang Fungsi Receiver
pada Robot Humanoid
Receiver dalam sistem robot humanoid berfungsi
sebagai perangkat penerima yang menerima sinyal atau data dari sumber
eksternal, seperti remote control, sensor, atau sistem lain yang mengirimkan
perintah atau informasi ke robot. Receiver ini merupakan komponen penting dalam
memastikan bahwa robot humanoid dapat berkomunikasi dengan lingkungannya,
sistem kontrol, atau manusia.
1. Fungsi
Receiver pada Sistem Robot Humanoid
a. Penerima Sinyal Kontrol
Receiver menerima sinyal kontrol dari perangkat
lain seperti remote control atau sistem komputer. Sinyal ini bisa berupa
perintah untuk menggerakkan bagian tubuh tertentu, mengubah arah gerakan, atau
menjalankan tugas spesifik lainnya.
b. Penerimaan
Data Sensor dari Jarak Jauh
Robot humanoid sering kali menggunakan receiver
untuk menerima data dari sensor eksternal yang terletak jauh dari robot. Data
ini digunakan untuk memahami kondisi lingkungan atau untuk pemetaan. Hal ini
terutama berguna dalam skenario di mana sensor tambahan ditempatkan di sekitar
robot untuk menyediakan informasi yang lebih rinci.
c. Komunikasi
dengan Sistem Kontrol Pusat
Receiver memungkinkan robot humanoid
berkomunikasi dengan pusat kontrol atau server. Dalam banyak aplikasi industri
atau militer, robot humanoid menerima perintah dari sistem pusat yang memantau
seluruh operasi. Receiver pada robot humanoid menerima sinyal atau instruksi
dari sistem ini dan menerjemahkannya menjadi aksi.
d. Penerima
Sinyal Wi-Fi atau Bluetooth
Receiver juga digunakan untuk menerima sinyal
komunikasi nirkabel seperti Wi-Fi atau Bluetooth. Ini memungkinkan robot
humanoid terhubung ke perangkat lain, seperti smartphone, komputer, atau
perangkat IoT (Internet of Things), untuk menerima perintah atau bertukar data
secara nirkabel.
g. Jelaskan Fungsi Video Sender
Video sender pada sistem robot
humanoid berfungsi untuk mengirimkan data video yang ditangkap oleh kamera yang
ada di robot ke perangkat penerima, seperti komputer, smartphone, atau pusat
kontrol. Fungsi ini sangat penting untuk pemantauan, interaksi, dan
pengendalian jarak jauh.
1. Fungsi Video Sender pada Sistem Robot Humanoid
a. Pengiriman
Umpan Video untuk Pemantauan Jarak Jauh
Video sender mengirimkan umpan
video secara real-time dari kamera robot humanoid ke operator atau sistem
pengendali jarak jauh. Hal ini memungkinkan manusia atau sistem untuk melihat
apa yang dilihat oleh robot, yang sangat penting dalam aplikasi pemantauan atau
pengawasan.
b. Interaksi Visual dengan Manusia
Dalam robot humanoid yang
berinteraksi dengan manusia, video sender digunakan untuk mengirimkan data
video ke perangkat atau layar, memungkinkan manusia untuk melihat perspektif
robot. Ini berguna dalam interaksi yang membutuhkan visualisasi langsung atau
komunikasi video.
c. Pemetaan Lingkungan dan Navigasi
Video sender berfungsi untuk
mengirimkan data video yang digunakan dalam pemetaan dan navigasi robot. Video
ini kemudian diproses oleh sistem kontrol atau operator untuk membantu robot
dalam menavigasi atau memetakan area baru. Selain itu, operator bisa memonitor
lingkungan untuk memastikan navigasi robot berjalan lancar.
d. Perekaman dan Dokumentasi Kegiatan
Video sender dapat digunakan
untuk merekam aktivitas atau tugas yang dilakukan oleh robot. Video tersebut
dikirim ke pusat penyimpanan atau sistem lain untuk dokumentasi atau analisis
lebih lanjut.
e. Komunikasi Antar-Robot (Inter-robot Communication)
Video sender juga dapat
digunakan dalam komunikasi antar-robot. Data video yang dikirimkan dari satu
robot humanoid dapat diterima oleh robot lain untuk membantu dalam kolaborasi
tugas atau navigasi bersama.
h. Jelaskan Tentang Video Receiver
Video receiver pada sistem
robot humanoid berfungsi sebagai perangkat yang menerima sinyal video dari
sumber eksternal, seperti kamera, drone, atau perangkat pengirim video lainnya,
dan memproses data video tersebut untuk digunakan oleh robot atau operator
manusia. Video receiver memungkinkan robot humanoid untuk mendapatkan data
visual dari lingkungannya atau dari perangkat lain, yang bisa digunakan untuk
navigasi, analisis, atau interaksi.
1. Fungsi Video Receiver pada Sistem Robot Humanoid
a. Penerimaan Umpan Video dari Perangkat Eksternal
Video receiver menerima umpan
video dari perangkat lain, seperti kamera yang terpasang di tempat berbeda,
drone pengawas, atau sensor visual lainnya. Hal ini memungkinkan robot humanoid
untuk melihat area yang tidak bisa diakses oleh kameranya sendiri atau memantau
lingkungan dari sudut yang berbeda.
b. Pemrosesan dan Analisis Data Video
Setelah menerima umpan video,
video receiver memproses data visual tersebut agar dapat digunakan oleh sistem
kontrol atau algoritma computer vision (penglihatan komputer). Ini memungkinkan
robot humanoid untuk menganalisis gambar dan membuat keputusan berdasarkan
informasi visual.
c. Peningkatan Navigasi dan Pemetaan Lingkungan
Video receiver memungkinkan
robot humanoid untuk menerima umpan visual yang membantu dalam pemetaan
lingkungan atau navigasi. Dengan menerima data dari kamera eksternal, robot
dapat membangun peta yang lebih akurat atau meningkatkan kesadaran
situasionalnya.
d. Kolaborasi Antar-Robot
Video receiver memungkinkan
robot humanoid untuk bekerja sama dengan robot lain melalui komunikasi visual.
Umpan video dari robot lain dapat diterima oleh video receiver dan digunakan
untuk mendukung operasi bersama, seperti menyelesaikan tugas kolaboratif atau
membagi tanggung jawab dalam misi yang kompleks.
e. Interaksi Manusia-Robot melalui Video
Video receiver memungkinkan
robot humanoid untuk menerima umpan video dari operator manusia atau sistem
interaktif. Ini bisa berupa konferensi video atau komunikasi langsung antara
robot dan manusia untuk mendukung interaksi atau kolaborasi.
i. Penjelasan Tentang Dtmf, Bentuk Signal Dtmf Tone 1 Sampai
Dengan Tone 9
DTMF (Dual Tone
Multi-Frequency) adalah sinyal yang digunakan dalam sistem telekomunikasi untuk
mengirimkan informasi melalui suara. Ketika tombol ditekan pada keypad telepon,
DTMF menghasilkan dua frekuensi nada yang dikombinasikan: satu dari kelompok frekuensi
rendah dan satu dari kelompok frekuensi tinggi.
Kode
DTMF (Dual Tone Multi-Frequency) menggunakan kombinasi dua frekuensi suara:
satu frekuensi dari kelompok rendah dan satu dari kelompok tinggi untuk
menghasilkan sinyal unik untuk setiap tombol pada keypad. Berikut adalah
penjelasan kode untuk tombol 1 hingga 9:
1. Contoh dan bentuk Sinyal DTMF
Tone
1: 697 Hz (rendah) + 1209 Hz (tinggi)
Tone 2: 697 Hz (rendah) + 1336 Hz (tinggi)
Tone 3: 697 Hz (rendah) + 1477 Hz (tinggi)
Tone 4: 770 Hz (rendah) + 1209 Hz (tinggi)
Tone 5: 770 Hz (rendah) + 1336 Hz (tinggi)
Tone 6: 770 Hz (rendah) + 1477 Hz (tinggi)
Tone 7: 852 Hz (rendah) + 1209 Hz (tinggi)
Tone 8: 852 Hz (rendah) + 1336 Hz (tinggi)
Tone 9: 852 Hz (rendah) + 1477 Hz (tinggi)
4. Langkah percobaan
a. Buat Desain
Robot Humanoid Menggunakan 3d Smax
Gambar 1. Sketsa
Gambar 2.Sketsa Tampak
Samping
Gambar 3. Sketsa Tampak
Atas
Gambar 4. Sketsa Tampak
Depan
Gambar 5. Hasil Desain
b. Buat Desain
Blok Diagram Rangkaian Robot Humanoid
Gambar 1. Blok Diagram
5. Hasil dan Pembahasan
a. Tunjukkan
Hasil Simulasi Proteus Motor Servo Utk Gerak Lengan, Gerak Kaki, Gerak Kepala
Untuk Angguk, Motor Dc Untuk Putar Leher, Putar Pinggang
a) Motor
Servo untuk Gerakan Lengan
Ketika menggunakan motor servo
untuk menggerakkan lengan robot, Anda dapat mengontrol sudut pergerakan lengan
secara presisi. Motor servo biasanya dikontrol menggunakan sinyal PWM (Pulse
Width Modulation). Di dalam simulasi, lengan robot akan bergerak sesuai dengan
sudut yang ditentukan oleh sinyal dari mikrokontroler (misalnya, Arduino).
b) Motor Servo untuk Gerakan Kaki
Untuk kaki robot, motor servo
juga dapat digunakan untuk simulasi gerakan berjalan atau jongkok. Servo yang
dipasang pada sendi pinggul dan lutut memungkinkan kaki bergerak ke depan, ke
belakang, atau melakukan gerakan tertentu seperti melangkah.
c) Motor Servo untuk Gerakan Kepala (Angguk)
Kepala robot dapat dihubungkan
dengan motor servo untuk memungkinkan gerakan anggukan (atas-bawah). Dalam
simulasi, ketika sinyal PWM menggerakkan servo ke sudut tertentu, kepala robot
akan bergerak mengikuti sinyal tersebut.
d) Motor DC untuk Putar Leher
Berbeda dengan motor servo,
motor DC digunakan untuk menghasilkan gerakan berputar secara terus-menerus.
Dalam simulasi, motor DC yang menggerakkan leher memungkinkan kepala robot
berputar dalam arah yang diinginkan (misalnya, rotasi penuh atau sebagian).
e) Motor DC untuk Putar Pinggang
Sama seperti pada leher, motor DC dapat digunakan untuk memutar pinggang robot. Motor DC ini biasanya digunakan ketika gerakan membutuhkan putaran lebih dari 180°, yang sulit dilakukan oleh servo.
b. Tunjukkan
Hasil Dtmf Menggunakan Delphi Utk Menggerakkan Anggota Tubuh Tsb
DTMF adalah teknologi yang biasa digunakan dalam
sistem telekomunikasi untuk menghasilkan nada suara (frekuensi ganda) yang
kemudian dapat ditangkap dan diinterpretasikan sebagai perintah.
a) Penerimaan
Sinyal DTMF:
1. DTMF Decoder akan digunakan untuk menangkap
sinyal DTMF dari sumber eksternal (misalnya, ponsel atau keypad DTMF).
2. Sinyal DTMF tersebut diubah menjadi digit
(0-9, *, #) yang kemudian diterjemahkan ke perintah untuk gerakan tubuh.
b) Interaksi dengan Kode Delphi:
1. Setelah sinyal DTMF diterima dan
diinterpretasikan, Anda bisa memetakan setiap nada DTMF (seperti 1, 2, 3, dst.)
ke fungsi-fungsi kontrol gerakan di kode Delphi.
2. Misalnya:
1 untuk menggerakkan lengan kanan,
2 untuk menggerakkan lengan kiri,
3 untuk mengangguk,
4 untuk memutar kepala ke kiri, dan seterusnya.
c) Penambahan Logika untuk Menggerakkan
Anggota Tubuh:
Setiap kali sinyal DTMF
diterima, hasilnya akan memicu salah satu dari perintah-perintah gerakan di
kode Delphi yang sudah ada, seperti memanggil prosedur btnHormatClick,
btnBawahClick, btnKananClick, dan btnKiriClick.
Dengan integrasi DTMF, Anda
bisa mengontrol gerakan robot humanoid berdasarkan sinyal DTMF yang diterima
dari perangkat seperti ponsel atau keypad. Penggunaan kode yang sudah ada,
seperti kontrol untuk lengan, kaki, kepala, dan mata, memungkinkan Anda membuat
sistem yang interaktif dan mudah dioperasikan dari jarak jauh menggunakan
sinyal audio DTMF.
c. Bahas
Tentang Gerakan Tubuh Robot Dengan Analisa Data Tone, Kontrol Gerak Tubuh
Membahas
tentang gerakan tubuh robot dengan analisis data tone dan kontrol gerak tubuh,
kita akan mendalami bagaimana data yang dihasilkan dari sinyal tone (seperti
DTMF) dapat digunakan untuk mengontrol anggota tubuh robot. Analisis data tone
ini terutama terkait dengan pengenalan frekuensi dan penerjemahan hasilnya
menjadi aksi fisik pada robot humanoid.
a). DTMF dan Tone:
1. DTMF menggunakan
kombinasi dua frekuensi (dual-tone) untuk menghasilkan sinyal yang mewakili
angka (0-9), serta simbol (* dan #). Ketika Anda menekan tombol pada keypad
telepon, dua frekuensi ini dikirim bersamaan.
2. Analisis Data Tone
melibatkan decoding sinyal suara ini untuk mendapatkan digit atau perintah,
yang kemudian digunakan untuk mengontrol berbagai bagian tubuh robot.
b) Kontrol
Gerak Tubuh Berdasarkan Sinyal Tone:
1. Setiap sinyal tone
(yang dihasilkan dari menekan angka pada keypad) akan diterjemahkan menjadi
sebuah perintah untuk menggerakkan robot.
2. Misalnya, sinyal
tone yang diterima dari tombol '1' dapat digunakan untuk menggerakkan lengan
kanan, sementara '2' untuk menggerakkan lengan kiri.
Menggerakkan robot humanoid
berdasarkan analisis data tone dan DTMF adalah solusi yang efektif untuk
kendali jarak jauh. Tone diterjemahkan menjadi digit yang selanjutnya dikaitkan
dengan gerakan tubuh robot. Kode Delphi dapat diprogram untuk merespons sinyal
tone dan mengontrol motor yang menggerakkan lengan, kaki, kepala, atau bagian
lain dari tubuh robot. Dengan kombinasi ini, sistem menjadi interaktif dan
responsif terhadap input eksternal tanpa harus menggunakan input langsung ke
sistem robot.
6. Kesimpulan
Sistem robot humanoid yang dikendalikan melalui
analisis sinyal tone, khususnya DTMF, adalah pendekatan yang efektif untuk
menggerakkan dan mengontrol robot dari jarak jauh. Melalui pemrograman logika
di Delphi dan penggunaan modul DTMF decoder, sistem ini memungkinkan
pengendalian robot yang interaktif, fleksibel, dan mudah diimplementasikan.
Meski sederhana, sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mencapai
kontrol yang lebih presisi dan otomatisasi yang lebih tinggi.
7. Referensi
yang digunakan (Ambil dari Jurnal Internasional dan Nasional)
[1] G.-Z.
Yang, “Robot learning-Beyond imitation,” Sci. Robot., vol. 4, no. 26, p.
eaaw3520, Jan. 2019. doi: 10.1126/scirobotics.aaw3520
[2] R.
Baines, S. K. Patiballa, J. Booth, L. Ramirez, T. Sipple, A. Garcia, F. Fish,
and R. Kramer-Bottiglio, “Multi-environment robotic transitions through
adaptive morphogenesis,” Nature, vol. 610, no. 7931, pp. 283–289, Oct. 2022.
doi: 10.1038/s41586-022-05188-w
[3] A.
Vishwanath, A. Singh, Y. H. V. Chua, J. Dauwels, and N. Magnenat-Thalmann,
“Humanoid co-workers: How is it like to work with a robot?” in Proc. 28th IEEE
Int. Conf. Robot and Human Interactive Communication, New Delhi, India, 2019,
pp. 1–6.
[4] J.
Cui and J. Trinkle, “Toward next-generation learned robot manipulation,” Sci.
Robot., vol. 6, no. 54, p. eabd9461, May 2021. doi: 10.1126/scirobotics.abd9461
[5] F.
Yuan, M. Boltz, D. Bilal, Y.-L. Jao, M. Crane, J. Duzan, A. Bahour, and X.
Zhao, “Cognitive exercise for persons with Alzheimer’s disease and related
dementia using a social robot,” IEEE Trans. Robot., vol. 39, no. 4, pp.
3332–3346, 2023. doi: 10.1109/TRO.2023.3272846
[6] I.
Chavdarov, K. Yovchev, L. Miteva, A. Stefanov, and D. Nedanovski, “A strategy
for controlling motions related to sensory information in a walking robot big
foot,” Sensors, vol. 23, no. 3, p. 1506, Jan. 2023. doi: 10.3390/s23031506
[7] F.
Gama, M. Shcherban, M. Rolf, and M. Hoffmann, “Goal-directed tactile
exploration for body model learning through self-touch on a humanoid robot,”
IEEE Trans. Cogn. Dev. Syst., vol. 15, no. 2, pp. 419–433, Jun. 2023. doi:
10.1109/TCDS.2021.3104881
[8] T.
Hara, T. Sato, T. Ogata, and H. Awano, “Uncertainty-aware haptic shared control
with humanoid robots for flexible object manipulation,” IEEE Robot. Autom.
Lett., vol. 8, no. 10, pp. 6435–6442, Oct. 2023. doi: 10.1109/LRA.2023.3306668
[9] S.
Saeedvand, M. Jafari, H. S. Aghdasi, and J. Baltes, “A comprehensive survey on
humanoid robot development,” Knowl. Eng. Rev., vol. 34, p. e20, Dec. 2019. doi:
10.1017/S0269888919000158
[10] F.
Rubio, F. Valero, and C. Llopis-Albert, “A review of mobile robots: Concepts,
methods, theoretical framework, and applications,” Int. J. Adv. Robot. Syst.,
vol. 16, no. 2, Apr. 2019.
[11] C.
Tsiourti, A. Weiss, K. Wac, and M. Vincze, “Multimodal integration of emotional
signals from voice, body, and context: Effects of (in) congruence on emotion
recognition and attitudes towards robots,” Int. J. Soc. Robot., vol. 11, no. 4,
pp. 555–573, Feb. 2019. doi: 10.1007/s12369-019-00524-z
[12] A.
Goswami and P. Vadakkepat, Humanoid Robotics: A Reference. Dordrecht, The
Netherlands: Springer, 2019.
[13] B.
Siciliano and O. Khatib, Springer Handbook of Robotics. 2nd ed. Cham, Germany:
Springer, 2016.
[14] J.
Merel, M. Botvinick, and G. Wayne, “Hierarchical motor control in mammals and
machines,” Nat. Commun., vol. 10, no. 1, p. 5489, Dec. 2019. doi:
10.1038/s41467-019-13239-6
[15] S. Sathyavenkateshwaren and S. Malathi, “Humanoid robot: A survey on communication, tracking and voice recognition,” in Proc. 3rd Int. Conf. Inventive Computation Technologies, Coimbatore, India, 2018, pp. 555–560.







